PELUNCURAN PERDANA KRI KLEWANG 625 BERHASIL DENGAN MULUS

Posted by Foxtron Group 0 komentar

KRI Klewang 625 berhasil diluncurkan dari galangan kapal PT. Lundin Industry Invest. Kementerian Pertahanan memesan 4 kapal trimaran dengan harga per unit Rp 114 miliar

TNI AL Luncurkan Kapal Siluman Tercanggih
KBRN, Banyuwangi: Kapal Cepat Rudal (KCR) Trimaran / KRI Klewang 625 yang merupakan kapal siluman pertama didunia, Jum'at (31/8) secara resmi diluncurkan.

Kapal yang memiliki panjang 63 meter buatan Banyuwangi tersebut diklaim sebagai kapal perang tercanggih didunia karena sulit terdeteksi oleh radar.


Wakil Asisten Logistik Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Pertama, Sayid Anwar, mengatakan peluncuran KRI Klewang merupakan prestasi yang membanggakan bagi Indonesia karena merupakan kapal jenis combatan yang sulit dideteksi oleh radar karena dibuat dari bahan komposit yang ringan sehingga memiliki kecepatan sampai 35 knot.

"KRI Klewang ini sangat ringan sehingga memiliki kecepatan yang cocok untuk misi rahasia dan tempur," ujarnya.


KCR Trimaran merupakan kapal perang tercanggih yang dikembangkan sejak tahun 2009 oleh TNI AL dan PT. Lundin, akan dilengkapi  rudal jarak tembak 120 km membuat kapal ini menjadi kapal perang kebanggaan Indonesia.


"Kapal ini akan dilengkapi 4 rudal jenis C 705 produksi cina dan perlengkapan canggih lainnya," tambah Laksamana Pertama Sayid Anwar.

KRI Klewang tersebut akan diawaki oleh 27 ABK tersebut rencanya akan memperkuat Armatim TNI AL di Surabaya.

Sumber  : RRI

Baca Selengkapnya ....

LANUD ABD. SALEH BAKAL MENERIMA 4 PESAWAT TEMPUR SUPER TUCANO

Posted by Foxtron Group 0 komentar


MALANG-(IDB) :Skuadron 21 Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Abdurachman (Abd) Saleh Kecamatan Pakis Kabupaten Malang akan kedatangan empat unit pesawat latih tempur Super Tucano.
  
Pesawat buatan pabrikan Embraer Brasil tersebut akan dijadwalkan datang pada Minggu (2/9) mendatang. Keberadaan Super Tucano tersebut untuk menggantikan pesawat latih tempur sebelumnya yakni OV 10 Bronco yang kini di gounded (dikandangkan) oleh Markas Besar (Mabes) TNI AU.
  
Komandan Skuadron 21 Lanud Abd. Saleh Malang, James Yanes Singal, mengatakan Departemen Pertahanan (Dephan) memesan delapan pesawat tempur Super Tucano untuk melengkapi Alutsista TNI AU.

“Dan kedatangan pesawat tersebut dilakukan oleh pabrikan Embraer secara bertahap.  Dimana tahap pertama sebanyak empat pesawat dan empat unit lainnya akan didatangkan pada Maret 2013 mendatang,” kata James Yanes Singal di Malang, Kamis (30/8).

Menurutnya, Skuadron 21 merupakan hanggar yang sebelumnya digunakan untuk shelter pesawat OV 10 Bronco. Pesawat Super Tucano nantinya juga tetap berada di shelter hanggar Skuadron 21. Terkait hal itu, pihak Lanud Abd Saleh sudah membangun shelter baru untuk Super Tucano.

Di Skuadron 21, lanjutnya, juga dibangun gedung untuk mesin simulator yang digunakan latihan bagi para penerbang Super Tucano. Terkait kedatangan pesawat latih tempur Super Tucano tersebut, sebelumnya terdapat 12 orang penerbang yang menjalani training selama sebulan di Embraer Brasil.

“Termasuk juga para teknisi dari berbagai skuadron lainnya juga ikut training di pabrikan tersebut. Sehingga Sumber Daya Manusia (SDM) yang terlibat dalam kedatangan Super Tucano sudah siap.”

Sumber : Bisnis

Baca Selengkapnya ....

KRI NANGGALA-402 DAN USS OKLAHOMA CITY LATIHAN BERSAMA DI LAUT JAWA

Posted by Foxtron Group 0 komentar


JAKARTA-(IDB) :Bahwa kapal selam bernilai strategis sangat tinggi, semua militer dunia tahu. Di Laut Jawa, kapal selam TNI AL, KRI Nanggala-402, dan kolega bertenaga nuklirnya dari Amerika Serikat, USS Oklahoma City SSN-723, berlatih bersama dan saling bertukar perwira untuk sama-sama menambah profisiensi. Ini adalah pertama kali bagi kedua angkatan laut, satu kesempatan bersejarah dan bermakna sangat strategis.

Dalam latihan bertajuk PASSEX/Passing Exercise 2012 itu, TNI AL mengerahkan kapal pendamping, KRI Diponegoro-365 dan satu helikopter Bolkow-Blohm NBO-202.  Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama TNI Untung Suropati, "Latihan ini berlangsung dua hari, 28-29 Agustus lalu. Ini bentuk kerja sama dan kemitraan di antara dua angkatan laut, juga untuk memperluas wawasan kita tentang kesenjataan dan berbagai hal lain terkait ini."

PASSEX 2012 diawalicpertukaran perwira dari masing-masing kapal selam. Enam perwira KRI Nanggala-402 on board di USS Oklahoma City SSN-723 selama dua hari, sebaliknya empat perwira USS Oklahoma City SSN-723 on board di KRI Nanggala-402 untuk waktu sama. "Selanjutnya kedua kapal selam tersebut melakukan berbagai manuver di perairan Laut Jawa," katanya. 

USS Oklahoma City SSN-723 adalah kapal selam bertenaga nuklir kelas Los Angeles buatan galangan kapal Newport News and Dry Dock, Virginia, Amerika Serikat, pada 1981 dan diluncurkan pada 4 Januari 1984, yang telah bergabung dengan Angkatan Laut Amerika Serikat US sejak 1988. Kapal selam kelas ini, USS Dallas, pernah terlibat dalam kisah perburuan kapal selam bertenaga nuklir terbesar dan terkuat di dunia milik Angkatan Laut Uni Soviet (saat itu), Red October, dari kelas Typhoon, yang memiliki teknologi propulsi Caterpillar.

Menurut Suropati, "Latihan ini juga meningkatkan kemampuan awak KRI Nanggala-402, KRI Diponegoro-365 dan pilot Bolcow-Blohm 205 kita dalam mendeteksi, menganalisa, dan mengenali lebih jauh tentang kapal selam negara lain."

Sedangkan KRI Nanggala-402 dari kelas U-209 buatan galangan kapal Kiel, Jerman, pada 1981, yang ditenagai diesel elektrik berbobot 1.400 ton dan tidak bisa meluncurkan misil nuklir antar benua laiknya USS Oklahoma City SSN-723. KRI Nanggala-402 baru kembali dari perawatan besar di galangan kapal Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering, Korea Selatan, pada 6 Februari lalu. 

Di sana, KRI Nanggala-402 diperbaiki rusuk, kulit, balast, sistem navigasi dan penjejakan, hingga sistem kesenjataannya. Seluruh proses itu memerlukan waktu dua tahun. Kapal selam ini memiliki "kembaran", KRI Cakra-401 yang sama-sama tergabung dalam Satuan Kapal Selam Komando Armada Indonesia Kawasan Timur TNI AL, di Surabaya.

Satuan yang bertanggung jawab dalam pembinaan, penyiapan, dan pengoperasian USS Oklahoma City SSN-723 adalah Skuadron Kapal Selam Armada Ketujuh Angkatan Laut Amerika Serikat, berpangkalan di Pearl Harbour, Hawaii. Kapal ini diawaki 134 personel, dengan panjang 110,3 meter, lebar 10 meter, dan kecepatan maksimal selam 20 knot perjam. Secara umum, peluru kendali Tomahawk dan Harpoon menjadi persenjataan standardnya. 

Sesuai dengan "aturan main"UNCLOS 1982, selama berada di perairan Indonesia untuk pelayaran damai, USS Oklahoma City SSN-723 berlayar di permukaan dan menunjukkan identitas kapal. Setelah misi latihan dimulai, barulah manuver militer dilakukan bersama. Selama dia hadir di perairan Indonesia, pengawalan dan panduan diberikan oleh jajaran TNI AL, termasuk oleh mitranya, KRI Nanggala-402. 

Sumber : Antara

Baca Selengkapnya ....

RANPUR TNI AD YANG SUDAH UZUR SEGERA DIGANTI

Posted by Foxtron Group 0 komentar


MANADO-(IDB) :Sejumlah persenjataan milik TNI Angkatan Darat (AD) di Sulut mendapat perhatian khusus dari Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo. Terbukti saat melakukan kunjungan ke daerah ini kemarin, Kasad mengungkapkan akan mengganti sejumlah kendaraan perang, yang sudah uzur di jajaran korps TNI AD di Sulut.  

Menurutnya, penggantian panzer, jenis Saladin dan Veret buatan Inggris yang sudah berumur milik Kikavser BS di Wori sudah direncanakan. “Akan diganti dengan Panzer Anoa buatan Pindad. Dan itu (Anoa) sudah memenuhi standar mutu internasional dan bisa digunakan sebagai kendaraan tempur perdamaian PBB,” ungkapnya.
Kedatangan orang nomor satu TNI-AD ini juga untuk mengecek kesiapan prajurit jajaran Korem 131/Santiago. Terutama dalam menjaga kedaulatan NKRI serta membina ketahanan wilayah dalam kerangka sistem pertahanan semesta.

Pada tatap muka dengan prajurit Korem 131/Santiago di Markas Batalyon 712/Wiratama di Kelurahan Teling Atas itu, Kasad menegaskan bahwa Pengadaan alat utama sistem persenjataan (Alutsista), merupakan prioritas utama TNI-AD. “Saya tetap berupaya keras untuk memperbaharui Alutsista parjurit TNI-AD dengan peralatan terbaik agar prajurit dapat mengeluarkan kemampuan optimal sebagai prajurit profesional,” tegas lulusan Akabri 1980.

Ia mengatakan, tidak akan mundur jika menghadapi pihak-pihak yang tidak inginkan TNI-AD kuat dan disegani. “Saya juga tak ragu-ragu menolak Alustista yang ditawarkan berbagai rekan serta broker yang mengutamakan keuntungan semata,” tekannya.

Lanjut jenderal bintang empat ini, ia pernah menolak Alutsista seperti rudal anti pesawat dan meriam, karena saat diuji tidak efektif dan tidak sesuai dengan karateristik pola tempur. “Saya lebih menyukai Alutsista dalam negeri buatan PT Pindad, sebab sudah teruji keandalannya. Seperti senapan serbu SS-1 dan 2 (buatan Pindad) yang terbukti sering menjuarai lomba menembak antar tentara dunia,” beber Kasad, yang pernah bertugas di Kopassus sejak pangkat Letnan Dua sampai Kolonel.

Terkait dengan upaya TNI-AD dalam membeli 100 tank Leopard dalam memenuhi kebutuhan dua batalyon tank tempur yang dihalangi-halangi berbagai pihak, Wibowo menuturkan pengadaan ini sangat dibutuhkan dalam memodernisasi Alutsista dan meningkatkan daya tempur prajurit.

“Kebutuhan 100 (tank) Leopard sudah melalui kajian penelitan mendalam Dislitbangad (Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI-AD),” tutup Wibowo yang pernah menjadi ajudan eks Presiden Megawati Soekarnoputri. Informasi didapat, Wibowo sangat berpeluang sebagai calon Panglima TNI karena sikap profesionalitasnya.

Sumber : ManadoPost

Baca Selengkapnya ....

2013 ANGGARAN MILITER CAPAI RP. 77.7 T, DPR AKAN PERKETAT PENGADAAN ALUTSISTA

Posted by Foxtron Group 0 komentar


JAKARTA-(IDB) :Kenaikan anggaran pertahanan seperti disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menyampaikan nota RAPBN 2013 di DPR, Kamis (16/8) malam mendapat respon positif dari DPR. Terlebih lagi, anggaran Rp 77,7 triliun untuk untuk Kementrian Pertahanan ternyata terbesar dibanding anggaran untuk kementrian lainnya, termasuk Kementrian Pendidikan Nasional.

Meski demikian peningkatan anggaran itu juga harus dibarengi dengan pengawasan ketat. Menurut Wakil Ketua Komisi I DPR, pengawasan DPR atas anggaran perthanan juga perlu menjangkau hingga tingkat jenis alat utama sistem persenjataan yang akan dibeli.

"Pembelian alutsista harus mendukung perusahaan alutsista dalam negeri. Pengelolaanya harus transparan dan kita minta akuntabilitas angggarannya," kata Hasanuddin di sela-sela peringatan HUT RI ke 67 di Kantor DPP PDIP Jakarta, Jumat (17/8).

Sebelumya Presiden SBY saat menyampaikan nota keuangan RAPBN 2013 di depan DPR, Jumat (16/8) malam menyatakan bahwa terdapat tujuh kementrian yang mendapat alokasi anggaran di atas Rp 20 triliun. Kementrian pertahanan berada di peringkat pertama dengan anggaran Rp 77,7 triliun. Angka itu meningkat dari anggaran tahun 2012 yang dipatok Rp 64,4 triliun.

Hasanuddin menambahkan, penggunaan anggaran pertahanan harus benar-benar transparans. Karenanya, kata politisi PDI Perjuangan itu, pengawasan penggunaan anggaran pertahanan pun harus benar-benar dilakukan.

Sekretaris Militer Kepresidenan di zaman Presiden Megawati itu mencontohkan rencana pembelian Tank Leopard dari Belanda yang awalnya diusulkan harga per unitnya Euro 2,5 juta. Ternyata setelah dikritisi DPR, harganya bisa ditekan menjadi Euro 1 juta.

Karenanya pensiunan TNI dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal itu menegaskan, DPR akan memperketat pengawasan terhadap usulan-usulan pengadaan alutsista termasuk rencana pembelian pesawat tempur dan kapal selam. "Jangan sampai anggaran itu diselewengkan sementara alutsistanya tak cocok dengan kondisi medan di Indonesia," ucapnya.

Sumber : JPNN

Baca Selengkapnya ....

STRATEGI MILITER INDONESIA MENGHINDARI KETERGANTUNGAN PADA AMERIKA

Posted by Foxtron Group 0 komentar


JAKARTA-(IDB) :Rencana untuk memproduksi bersama misil itu pertama muncul bulan Juli, pembicaraan yang kemudian dilanjutkan ketika Menteri Luar Negeri Tiongkok Yang Jiechi berkunjung ke Jakarta minggu lalu.

Kementerian Pertahanan Indonesia menegaskan bahwa perjanjian untuk produksi misil itu akan ditandatangani Indonesia dan Tiongkok bulan Maret 2013.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Michael Tene mengatakan, kerjasama itu merupakan bagian dari tujuan yang lebih luas untuk meningkatkan kemampuan militer Indonesia.

“Kami membangun hubungan dekat dengan semua negara sahabat untuk mengembangkan kemampuan pertahanan kami, bukan hanya melalui perbekalan, tetapi juga investasi dan produksi bersama untuk meningkatkan kemampuan kami mengembangkan industri pertahanan dan tentu saja dengan Tiongkok juga, kami punya banyak kerjasama untuk mengembangkan industri di bidang itu,” papar Tene.

Rencana produksi misil bersama itu dikemukakan selagi ketegangan memuncak di Laut Cina Selatan.

Menteri-menteri ASEAN bulan lalu gagal menyepakati tata perilaku multilateral untuk menyelesaikan klaim-klaim teritorial yang tumpang tindih.

Para analis politik mengatakan kegagalan itu mengakibatkan tata perilaku multilateral itu lebih memperkuat posisi Tiongkok untuk mendominasi sengketa bilateral dengan negara-negara yang lebih kecil di kawasan itu.

Namun, Kementerian Pertahanan Indonesia menyangkal bahwa rencana untuk memproduksi misil laut berjangkauan 120 kilometer dengan bantuan Tiongkok adalah lengenai pembangunan aliansi yang lebih kuat terkait sengketa maritim itu.

Analis pertahanan Universitas Indonesia Yohannes Sulaiman mengatakan, Indonesia hanya berusaha mendesakkan tawaran terbaiknya yang bisa diperoleh dan tetap tergantung pada Amerika untuk piranti keras militernya.

“Jika hal yang tidak diinginkan terjadi di Papua, Amerika akan melakukan embargo militer dan kita akan kekurangan pasokan. Itulah sebabnya militer berusaha memperluas hubungannya, khususnya dengan Tiongkok, sebagai pemasok lain senjata,” ujar Sulaiman.

Amerika memberlakukan embargo militer enam tahun terhadap Indonesia tahun 1999 terkait isu HAM di Timor Timur.

Sulaiman mengatakan banyak perwira militer dan jenderal Indonesia menyampaikan keprihatianan bahwa tuduhan pelanggaran HAM di Papua Barat yang kaya mineral bisa memicu embarago lainnya.

Pada saat bersamaan, katanya, Indonesia hampir tidak punya strategi besar mengenai bagaimana menanggapi kekuatan regional saat ini yang dimainkan Amerika dan Tiongkok.

Sementara Indonesia mengembangkan hubungan dengan semua pihak yang terkait sengketa Laut Cina Selatan, Amerika minggu ini memperingatkan bahwa ada upaya untuk memecah belah dan menguasai Laut Cina Selatan, dan mengulangi dukungannya atas tata perilaku multilateral di jalur perdagangan global itu. 

Sumber : Voanews

Baca Selengkapnya ....

SETELAH IRAK, GILIRAN UGANDA TERTARIK AKUISISI PANSER PINDAD

Posted by Foxtron Group 0 komentar


ENTEBBE-(IDB) :Menteri Pertahanan Uganda Crispus Kiyonga tertarik dengan produk helikopter dan panser buatan Indonesia.

Ketertarikannya itu diungkapkan Kiyonga dalam pertemuannya dengan Wakil Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Ruang VIP Bandar Udara Entebbe, Uganda, Jumat (17/8/2012).

Wartawan Kompas Subur Tjahjono melaporkan dari Entebbe, Sjafrie didampingi Direktur Utama PT Pindad Adik Avianto Sudarsono. Sjafrie dan Adik menjelaskan produk PT Pindad yaitu senjata serbu SS-2 dan panser Anoa.

"Kami juga memproduksi helikopter di PT Dirgantara Indonesia," ujar Sjafrie.

"Kami perlu di-briefing terlebih dahulu dengan produk itu," ujar Kiyonga.Kiyonya juga diberi miniatur senjata SS-2 dan panser Anoa pada akhir pertemuan. 

Sumber : Kompas

Baca Selengkapnya ....

SEMANGAT PROKLAMASI TINGKATKAN HUBUNGAN INDONESIA CHINA

Posted by Foxtron Group 0 komentar


JAKARTA-(IDB) : Duta Besar RI Untuk China merangkap Mongolia Imron Cotan mengatakan semangat Proklamasi 17 Agustus menjadi sarana untuk mempererat hubungan baik RI dengan China dan Mongolia.

"Saya meminta kepada seluruh warga negara Indonesia yang berada di China dan Mongolia untuk membantu meningkatkan hubungan Indonesia dengan China dan Mongolia," katanya, saat menjadi Pembina Upacara Peringatan HUT ke-67 RI di Kedutaan Besar RI di Beijing, Jumat.

Imron menekan,"siapapun WNI apapun profesinya, pelajar, mahasiswa, pengusaha dan lainnya marilah kita jadikan peringatan HUT-67 RI, semangat Proklamasi yang dilandasi Pancasila serta UUD1945 dimanfaatkan untuk meningkatkan hubungan bilateral Indonesia dan China serta Mongolia,".

Ia menambahkan hubungan RI dan China dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatakan di berbagai bidang baik politik, sosial budaya, ekonomi dan militer.

Indonesia setelah melalui berbagai cobaan dan tantangan berhasil menjadi bangsa dan negara berdaulat dan menjadi salah satu negara demokratis terbesar.

"Secara ekonomi, Indonesia juga terus menunjukkan perkembangan positif dengan tingkat pertumbuhan ekonomi 6,5 persen per tahun atau lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 5,8 persen," katanya.

Bahkan kini Indonesia menjadi salah satu negara yang relatif tahan terhadap dampak krisis ekonomi Eropa dan Amerika, lanjut Imron.

"Dengan perkembangan ekonomi yang positif itu, kerja sama ekonomi Indonesia-China juga terus meningkat dari tahun ke tahun," katanya.

Demikian juga dengan kerja sama di berbagai bidang yang telah dijalin antara Indonesia dan China seperti militer.

Militer Indonesia dan China telah menjali kerja sama berupa pertukaran perwira siswa, latihan bersama dan peningkatan kerja industri pertahanan, kata Imron Cotan.

Hubungan RI dan Mongolia juga terus berjalan baik.

Upacara peringatan HUT ke-67 RI di Kedutaan Besar RI di Beijing diisi dengan obade yang menyanyikan delapan lagu nasional dan daerah.

Sumber : Antara

Baca Selengkapnya ....

ISRAEL SIAP SERANG FASILITAS NUKLIR IRAN

Posted by Foxtron Group 0 komentar


TEL AVIV-(IDB) :Israel siap menyerang fasilitas-fasilitas nuklir Iran walau serangan itu hanya menunda beberapa tahun kemampuan Iran memproduksi senjata nuklir, kata Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat, Michael Oren.

"Satu, dua, tiga, empat tahun merupakan waktu yang lama di Timur Tengah. Lihat apa yang terjadi dalam satu tahun terakhir (dalam hal perubahan politik)," kata Oren di Washington, Kamis (16/8/2012).

Para pemimpin Israel, bulan ini, menekankan bahwa waktu hampir habis bagi solusi diplomatik untuk program nuklir Iran yang Israel anggap sebagai ancaman bagi keberadaannya. "Diplomasi tidak berhasil," kata Oren. "Kami sudah sampai pada titik yang sangat kritis di mana keputusan penting yang harus dibuat."

Selagi para pemimpin Israel berulang kali mengatakan bahwa mereka akan menyerang fasilitas-fasilitas Iran, desakan-desakan itu kini disertai tindakan-tindakan pertahanan-sipil, antara lain sebuah sistem baru yang menggunakan pesan teks untuk mengingatkan masyarakat terhadap serangan rudal dan distribusi lebih luas masker gas.

Oren mengatakan, Iran mewakili ancaman paling berbahaya dalam berbagai ancaman yang dihadapi Israel, sesuatu yang belum pernah terjadi dalam 64 tahun usia negara itu. Revolusi Arab telah mengguncang negara-negara tetangga yaitu Mesir dan Suriah, Semenanjung Sinai telah menjadi magnet bagi kelompok-kelompok militan, dan serangan teroris terhadap warga dan properti Israel melonjak di seluruh dunia.

Para sekutu Israel, yaitu AS dan Eropa, berpandangan sama bahwa Iran semakin dekat dengan kemampuan untuk membuat senjata nuklir. Namun Iran menegaskan, program nuklirnya untuk tujuan sipil dan medis.

Jenderal Martin Dempsey, ketua Gabungan Kepala Staf AS, mengatakan pada sebuah konferensi pers di Pentagon pada hari Selasa bahwa serangan Israel terhadap Iran hanya bisa menunda tapi tidak dapat menghancurkan kemampuan nuklir Iran. Penilaian Depsey itu berdasarkan tinjauannya atas kemampuan persenjataan Israel.

Namun Oren mengatakan, penilaian semacam itu tidak relevan. "Hal itu, berdasarkan pengalaman kami sebelumnya, bukan argumen untuk menentang (serangan). Di masa lalu, kami beroperasi berdasarkan asumsi bahwa kami hanya bisa mendapatkan penundaan."

Ketika Israel menyerang sebuah reaktor Irak tahun 1981, asumsinya adalah bahwa "kami akan mendapatkan penundaan antara satu dan dua tahun dari program itu. (Namun) sampai hari ini, Irak tidak memiliki senjata nuklir." 

Sumber : Kompas

Baca Selengkapnya ....

INDONESIA MULAI BERSUARA DI INDUSTRI MILITER DUNIA SEBAGAI PRODUSEN

Posted by Foxtron Group 0 komentar


JAKARTA-(IDB) :Indonesia kini sudah jauh berkembang. Bahkan sudah mulai dilirik sektor industri militer dunia. Bukan sebagai konsumen, melainkan produsen. Benarkah?

Teknologi militer untuk pertahanan dan keamanan tidak lagi didominasi Amerika dan Eropa. Kini Indonesia pun sudah memproduksi persenjataan militer buatan anak bangsa.

Di penghujung Maret 2012 lalu, sebanyak 50 roket R-Han 122 diluncurkan di Pusat Latihan Tempur TNI Angkatan Darat Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatra Selatan.

Wakil Menteri Pertahanan dan Keamanan Sjafrie Sjamsoeddin, Deputi Bidang Relevansi dan Produktivitas Riset Kementerian Ristek Iptek Teguh Rahardjo, Wakil Gubernur Sumatra Selatan Eddy Yusuf, Pangdam II/Sriwijaya Mayor*Jenderal Nugroho Widyotomo, dan Komandan Kodiklat TNI-AD Letnan Jenderal Gatot Numantyo ikut hadir dalam peristiwa bersejarah itu karena untuk pertama kalinya diluncurkan roket militer buatan Indonesia.

Anoa untuk satgas TNI di Lebanon
Peluncuran roket berlangsung mulus. Roket R-Han 122 ini merupakan pengembangan roket sebelumnyam D-230 tipe RX 1210 yang dikembangkan Kementerian Riset dan Teknologi, yang memiliki kecepatan maksimum 1,8 mach.

Perjalanan lahirnya roket militer R-Han 122 ini pun cukup panjang. Berawal pada 2007 saat Kementerian Riset dan Teknologi membentuk Tim D230 untuk mengembangkan roket berdiameter 122 mm dengan jarak jangkau 20 kilometer.

Prototipe roket D-230 ini dibeli Kementerian Pertahanan dan Keamanan untuk memperkuat program seribu roket. Maka pemerintah membentuk Konsorsium Roket Nasional dengan ketua konsorsium PT Dirgantara Indonesia (DI), sebagai wadah memasuki bisnis massal.

Ketua Program Roket Nasional Sonny R Ibrahim menjelaskan rencana pembuatan roket secara massal sudah ada sejak 2005. Namun, baru dikembangkan roket D-230 pada 2007 hingga terbentuk konsorsium tersebut.

Dalam konsorsium itu beranggotakan sejumlah industri strategis yang mengerjakan bermacam komponen roket.

,tr>
Panser Anoa untuk Malaysia
"Kami ditunjuk sebagai ketua konsorsium. Kami tinggal meminta kepada perusahaan-perusahaan itu untuk membuat ini itu untuk komponen roket. Kemudian dirancang di PT DI," jelas Sonny.

Disebutkannya di dalam konsorsium terdapat PT Pindad yang mengembangkan launcher dan firing system dengan menggunakan platform GAZ, Nissan, dan Perkasa yang sudah dimodifikasi dengan laras 16/ warhead dan mobil launcher(hulu ledak).

Kemudian PT Dahana menyediakan propellant. PT Krakatau Steel mengembangkan material tabung dan struktur roket. PT Dirgantara Indonesia membuat desain dan menguji jarak terbang. Pendukung lainnya seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) turut mendukung dengan menyediakan alat penentu posisi jatuh roket.

ITB menyediakan sistem kamera nirkabel untuk menangkap dan mengirim gambar saat roket tiba di sasaran. Sejumlah perguruan tinggi lainnya, yakni UGM, ITS, Universitas Ahmad Dahlan, dan Universitas Suryadharma, ikut terlibat di dalam pengembangan roket tersebut. Nama D-230 kemudian diganti menjadi R-Han 122 karena sudah dibeli Kementerian Pertahanan.

Sistem isolasi termal untuk membuat roket militer tidaklah mudah. Para periset beberapa kali melakukan uji coba hingga menemukan kesempurnaan pada roket R-Han 122 itu.

Dijelaskan Sonny, pada 2003 para periset menggunakan material kritis dengan ketebalan baja 1,2 mm, tetapi produk justru cepat jebol. "Tahun itu tahun jebol karena roket-roket yang diuji rusak atau jebol."

Kemudian para peneliti mulai memperbaiki sistem isolasi termal. Saat roket meluncur sempurna dibutuhkan suhu 3.000 derajat Celcius. Pembakaran dengan menghasilkan suhu tinggi bisa berakibat fatal apabila sistem isolasi termal tidak bekerja dengan baik. Karena itu, di ruang isolasi termal diberi karet atau polimer yang bisa menghambat panas.

Untuk material roket, dipilih bahan yang ringan, yakni aluminium, karena bisa menghambat panas. Perubahan-perubahan itu ternyata menghasilkan roket yang tidak pernah rusak saat diujicobakan.
"Karena termalnya bekerja cukup baik, roket itu bisa terbang tepat sasaran dan tidak pernah rusak selama uji roket," imbuh Sonny.

R-Han 122 berfungsi sebagai senjata berdaya ledak optimal dengan sasaran darat dan jarak tembak sampai 15 km.

Sebelumnya PT Pindad telah memproduksi panser yang merupakan hasil pengembangan riset dari BPPT sejak 2003. PT Pindad meneruskan hasil riset BPPT khususnya untuk panser Angkut Personel Sedang (APS). PT Pindad dan BPPT akhirnya mengembangkan riset APS-1 sampai ke APS-3. Pada APS-3 ini punya kemampuan bermanuver di darat, perairan dangkal dan danau.

SS2 V5 Pindad
Pengembangan riset tersebut akhirnya menghasilkan varian 4X4 dan disempurnakan untuk diaplikasikan kemampuan amfibinya pada varian 6x6. Ujicoba panser APS-3 ini dilakukan awal 2007 dan pada 10 Agustus 2008 bertepatan dengan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional.

Kementerian Pertahanan memberi nama APS3-ANOA. Sejak itu Pindad memproduksi 10 panser pertama APS-3 ANOA. Dalam perkembangannya, Pindad terus mengeluarkan seri-seri terbaru APS-3 ANOA ini.

Selain varian kombatan, ANOA juga memiliki varian lain seperti untuk angkut medis, logistik, armored recovery vehicle (penderek ranpur yang sedang mogok) dan varian mortir.

Saat ini Kementerian Pertahanan telah memesan 100 panser ANOA yang ternyata disukai negara-negara tetangga. Salah satunya Malaysia yang sudah berminat membeli sejumlah panser ANOA dari PT Pindad.

Dan tak kalah penting, panser buatan Indonesia ini juga dipakai untuk kelengkapan persenjataan Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon. 

Sumber : Inilah

Baca Selengkapnya ....

11 HELIKOPTER ANTI KAPAL SELAM MASUK DAFTAR BELANJA TNI AL

Posted by Foxtron Group 0 komentar


JAKARTA-(IDB) :Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) berencana mendatangkan 11 unit helikopter antikapal selam untuk lebih memperkuat alat utama persenjataan serta mengisi kekosongan alat yang tidak tercover oleh kapal-kapal TNI.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan juga telah melakukan pengadaan tiga unit kapal selam dengan perusahaan galangan kapal asal Korea Selatan, Daewoo Shipbuilding Marine Enginerering (DSME) yang dilakukan bersama Kementerian Pertahanan.

"Helikopter antikapal selam kita punya tahun 1960-an dan pensiun tahun 1970 nantinya kita akan beli 11 helikopter antikapal selam, karena ini sangat dibutuhkan oleh kita," ujar Wakil Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana Madya TNI Marsetio, di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu (15/8/2012).

Dijelaskan Marsetio, pihaknya masih akan membahas dengan Kementerian Pertahanan ihwal pembelian 11 helikopter antikapal selam ini, terutama mengenai helikopter yang didatangakan. Apakah jenis Seasprite atau Agusta.

"Tahun 2015 akan hadir helikopter tersebut, karena saat ini kita baru punya dua kapal selam dan akan datang lagi tiga," pungkasnya.  

Sumber : Okezone

Baca Selengkapnya ....

F-16 HIBAH AS AKAN LIPAT GANDAKAN KEKUATAN PESAWAT TEMPUR RI

Posted by Foxtron Group 0 komentar


JAKARTA-(IDB) :Indonesia akan mendapatkan tambahan pesawat tempur F-16 dari Amerika nanti. Dengan begitu jumlah pesawat temput miilik Indonesia akan bertambah tiga kali lipat dari jumlah sekarang.

"Akan ada tambahan hibah F-16 dari AS, nanti akan di-upgrading dan sekarang masih dalam proses. Yang jelas kalau sudah jadi kekuatannya nanti bisa kekuatannya bisa tiga kali lipat dari yang sekarang," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, di Gedung Kemenhan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (15/8/2012).

Purnomo tidak bisa menjelaskan berapa total F-16 yang akan diterima dari pemerintah Amerika Serikat. "Sesuai kode etik militer, kita tidak boleh menyebut berapa jumlah pesawat tempur kita," sambung Purnomo.

Diharapkannya, pesawat tersebut dapat diselsaikan proses hibahnya pada tahun 2014 nanti. Ia berharap dengan adanya modernisasi alutsista, Indonesia dapat menjadi macan Asia.

"Karena kita akan terus lakukan modernisasi alutsista, dan kita berharap Indonesia bisa menjadi macan Asia," tutup Purnomo.

Sumber : Detik

Baca Selengkapnya ....

BERITA FOTO : SUKHOI TUNTASKAN LATMA PITCH BLACK 2012

Posted by Foxtron Group 0 komentar



DARWIN-(IDB) : Direktur Latma Pitch Black Captain Kitcher dan Mayor Palito mewakili TNI AU bertukar cenderamata, setelah TNI AU menyelesaikan Latma dan kembali ke tanah air.


Personil TNI AU, RAAF, dan RNZAF peserta Latma Picth Black 2012 befoto bersama di depan Sukhoi Su-27 Flanker TNI AU. Sukhoi mendapatkan perhatian khusus dari RAAF karena pesawat tempur ini pertama kali dikirimkan TNI AU ke luar negeri untuk berlatih bersama dan pertama kalinya RAAF mendapatkan akses menyaksikan langsung Sukhoi TNI AU.

 
Awak darat melakukan perawatan dan perbaikan sebelum Sukhoi terbang kembali ke tanah air. 

Sumber : RAAF

Baca Selengkapnya ....

TNI AD GELAR LATIHAN ANTAR CABANG DI BATURAJA SUMSEL

Posted by Foxtron Group 0 komentar


BATURAJA-(IDB) :Markas TNI AD akan menggelar latihan antar kecabangan tingkat brigade,  mulai 26 Agustus sampai dengan 4 September 2012, di Baturaja, Sumatera Selatan (Sumsel).
 
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Sisriadi, mengatakan itu di Jakarta sesaat sebelum  buka puasa bersama di Media Centre Dispenad, Jakarta. Menurutnya latihan tersebut merupakan latihan terbesar TNI AD dalam kurun waktu 20 tahun terakhir ini.

Menurut rencana, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan meninjau latihan tersebut pada hari terakhir. Seluruh alutsista TNI AD akan dikerahkan untuk mendukung latihan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, kata jenderal bintang satu ini, pihak TNI AD akan mengikutsertakan sejumlah wartawan untuk meliput jalannya latihan tersebut. Wartawan tersebut akan `menempel` di pasukan serta ikut bergerak cepat dan taktis, sehingga seluruh momen dapat terekam dengan baik untuk dipublikasikan kepada publik.

Sumber : Poskota

Baca Selengkapnya ....

UPDATE : SATGAS HELIKOPTER PERKUAT TNI DI KONGO

Posted by Foxtron Group 0 komentar


JAKARTA-(IDB) :Pasukan penjaga perdamaian Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas di Kongo, Kontingen Garuda XX-I/MONUSCO, tahun ini direncanakan diperkuat dengan Satgas Helikopter. Sebelumnya, Satgas Helikopter untuk misi PBB di Kongo, Afrika diemban oleh pasukan dari India.

Perwira Penerangan Konga XX-I/Monusco Lettu Cku Sulikan dalam siaran pers, Sabtu (11/8) mengatakan, terkait rencana penempatan Satgas Helly di Konga XX-I/MONUSCO tersebut, tim Recce Satgas Helly dari TNI telah melakukan pengecekan ke lokasi pada Jumat (10/8). Satgas Helly itu rencananya akan bergabung dengan Konga XX-I/MONUSCO atau juga dikenal Indonesian Engineering Company yang terlebih dahulu telah melaksanakan tugas di Kongo. Secara keseluruhan, Indonesia telah melaksanakan tugas di Kongo sembilan tahun dengan masa pergantian per tahun.

Setelah menerima paparan singkat dari Komandan Satgas Letnan Kolonel Czi Sapto Widhi Nugroho tentang situasi keamanan, kegiatan satgas, pekerjaan yang telah, akan dan sedang dikerjakan, Tim Recce Satgas Helly TNI melaksanakan diskusi dengan staf Air Ops Monusco yang berada di wilayah Dungu.

"Dilanjutkan meninjau lokasi penempatan Satgas Helly, mengelilingi Hellypad, dan Airport Dungu sepanjang 2,5 kilometer," ujarnya.

Rombongan juga sempat meninjau seluruh camp diantaranya, gudang senjata dan amunisi, gudang sparepart, dan rumah genset. Tak luput dari pantauan adalah gudang makanan basah dan kering, penyimpanan obat, serta alat-alat berat Zeni.

Ketua tim Laksamana Pertama TNI Budihardja Raden mengatakan, jika tidak ada halangan dan disetujui oleh pimpinan, maka di akhir tahun ini Satgas Helly sudah bisa diberangkatkan untuk tugas ke Kongo, menggantikan satgas sebelumnya. "Akan menggantikan negara India yang ditarik pulang ke negaranya," ujarnya.

Budihardja yang menjabat sebagai perwakilan tetap Republik Indonesia di Dewan Keamanan PBB di New York itu berpesan agar alat-alat yang sudah cukup tua tidak menjadi hambatan bagi prajurit menunaikan tugasnya. Sebaliknya, itu tantangan yang harus mampu dihadapi dengan bekerja keras.

Sumber : SuaraKarya

Baca Selengkapnya ....

PROSPEK PESAWAT N-250 DINILAI CERAH

Posted by Foxtron Group 0 komentar


BANDUNG-(IDB) :Pemerintah diminta mengimbau maskapai penerbangan nasional untuk membeli pesawat N-250.

Pengembangan kembali proyek pesawat komersial tipe N-250 dinilai memiliki prospek cerah. Di samping harga yang tidak mahal, pesawat kecil itu sangat cocok dengan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan.

Pengamat penerbangan Universitas Gadjah Mada Arista Atmadjati menilai pesawat yang pernah menjadi produk primadona Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN)--kini bernama PT Dirgantara Indonesia (PT DI)--tersebut ideal bagi pasar Indonesia.

"Harganya terjangkau oleh maskapai-maskapai nasional mulai dari kelas besar, menengah, hingga kecil. Ukurannya pun cocok untuk menerbangi pulau-pulau kecil di Tanah Air," kata Arista, kemarin.

Arista menuturkan, N-250 yang bermain di kapasitas 50-70 tempat duduk sangat cocok untuk mendukung transportasi komuter pulau-pulau kecil atau antarkabupaten. Sebab kebanyakan bandara di sana berlandasan pacu pendek, sekitar 900 meter hingga 1.400 meter. Apalagi, saat ini rute-rute penerbangan antarkabupaten tengah berkembang. Misalnya, rute Bandung-Pangandaran, Halim Perdanakusuma-Tasikmalaya, Yogyakarta-Bandung, atau di luar Pulau Jawa seperti Kendari-Wakatobi dan Raja Ampat-Nabire.

Pesawat N-250, diyakini Arista, akan mampu bersaing dengan pesawat-pesawat sekelas produk perusahaan ternama dunia seperti Fokker, Bombardier, atau Avions de Transport Regional (ATR).

Persaingan
Namun, agar mampu bersaing, pemerintah dinilai perlu mendukung dengan mengimbau maskapai penerbangan nasional untuk membeli N-250. Selama ini, minimnya produksi pesawat terbang domestik membuat maskapai penerbangan nasional terus menggunakan pesawat buatan asing, khususnya Boeing dan Airbus.

Bahkan, Merpati Airlines lebih memilih pesawat tipe MA-60 buatan Xian Aircraft Industry Ltd, China, menggantikan CN-235 buatan PT DI yang telah memiliki lisensi dari otoritas penerbangan Amerika Serikat, Federal Aviation Administration (FAA). "Tanpa campur tangan pemerintah dan dukungan industri penerbangan domestik, pesawat sebagus N-250 pun tidak akan bisa bertahan," kata Arista.

Senada dengan Arista, pengamat penerbangan Ruth Hana Simatupang meminta pemerintah mempromosikan N-250 melalui imbauan Presiden atau Menteri BUMN Dahlan Iskan agar maskapai penerbangan pelat merah menggunakan N-250 bagi penerbangan skala kecil mereka.

"Harus maskapai kita sendiri yang pertama kali menggunakan N-250 untuk menunjukkan kepada dunia luar betapa baiknya produk yang kita hasilkan," tegasnya.

Pengamat penerbangan Dudi Sudibyo juga berharap upaya mantan Presiden BJ Habibie itu didukung penuh pemerintah. "Karena mulai 2015, seluruh produk asing akan membanjiri Indonesia termasuk pesawat. Apakah kita akan terus memakai produk asing, sedangkan SDM kedirgantaraan dalam negeri sudah ada dan berpengalaman," tegasnya.

Sebelumnya, seusai peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional di Bandung, Jumat (10/8), Habibie menyatakan tekad mewujudkan kembali mimpinya agar pesawat komersial tipe N-250 yang pernah terbang 17 tahun silam, tetapi kemudian kandas lantaran krisis ekonomi, bisa mengangkasa kembali. 

Sumber : MediaIndonesia

Baca Selengkapnya ....

KOMANDAN KONGA XXIII-F/UNIFIL KUNJUNGI KOMANDAN FCR PERANCIS

Posted by Foxtron Group 0 komentar


LEBANON-(IDB) :Komandan Satuan Tugas Batalyon Mekanis Konga XXIII-F/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) / Indobatt, Letkol Inf Suharto Sudarsono melaksanakan kunjungan ke Komandan Batalyon Force Commander Reserve (FCR) dari Perancis, Kolonel Ph. Francois bertempat di Markas FCR UNIFIL di Daerah Gandouriyah, Lebanon Selatan, Senin (6/8/2012).
 
Kunjungan ini merupakan undangan Komandan FCR sebagai wujud ucapan terima kasih, atas terlaksananya kegiatan latihan dan patroli bersama personel FCR dengan Indobatt, beberapa saat yang lalu, bertempat di Indobatt.

Kegiatan kunjungan didahului dengan perkenalan oleh masing-masing staf kedua Batalyon, dilanjutkan dengan makan malam bersama dan sekaligus buka puasa bagi personel Konga XXIII-F/UNIFIL yang berpuasa.

Dalam sambutannya usai ramah tamah, Komandan FCR mengucapkan terima kasih atas kedatangannya dan berharap kerjasama yang telah terjalin dengan baik selama ini dapat berjalan terus.  Pada kesempatan ini pula, Komandan FCR mengucapkan terima kasih kepada Komandan Konga XXIII-F/UNIFIL atas pelaksanaan latihan dan patroli bersama FCR - Indobatt beberapa saat yang lalu di Markas Indobatt berjalan dengan lancar dan aman.

Selanjutnya, sebagai penutup kunjungan dilaksanakan tukar menukar cinderamata plakat kenang-kenangan simbol masing-masing satuan. Turut hadir mendampingi Komandan Satgas Konga XXIII-F/UNIFIL pada kunjungan ini Wadansatgas Letkol Mar FJH. Pardosi, Kasum Satgas Mayor Mar Agustinus Purba, Kasiops Kapten Inf Risa Wp Setyawan, Kasilog Kapten Kal Indra Aditya, Papom Mayor CPM Tatiet Rosadi dan Lo Satgas Kapten Mar Ronny A. Purba.


Sumber : Seruu

Baca Selengkapnya ....

PINDAD GELAR DISKUSI PENGEMBANGAN KAPAL PERANG, RADAR DAN ROKET

Posted by Foxtron Group 0 komentar


BANDUNG-(IDB) :Peluang penggunaan material dalam negeri sebagai komponen arsenal militer Indonesia jadi satu topik menarik dalam fokus grup diskusi 'Pengembangan Kapal Perang, Radar dan Roket', yang digelar di PT Pindad (Persero), di Bandung, Rabu (8/8).

"Cukup banyak material berasal dari sumber daya alam kita, salah satunya material untuk anti radar," kata Ketua Konsorsium Pengembangan Kapal Perang dari ITS, Dr Mochamad Zainuri. Sejumlah industri penunjang pengembangan produk alat perang, kata Zainuri, bisa dioptimalisasi produksinya sehingga bisa memenuhi kriteria dan standar material untuk alat perang.

Diskusi dibagi dua kelompok, yakni kapal perang dan radar nasional, serta kelompok diskusi roket nasional. Hampir semua pemegang kepentingan pertahanan, ilmu pengetahuan dan riset, serta militer nasional ikut serta dalam diskusi itu. "Kisah sukses kebangkitan teknologi ditandai penerbangan perdana pesawat N-250 pada 1995 diharapkan terus berlanjut ke depan. Anak bangsa bisa membuat pesawat, kapal perang, radar, dan peluru kendali untuk memenuhi kebutuhan pertahanan negara," kata Dr Teguh Raharjo, ahli penerbangan.

Dia menegaskan keperluan semangat kolektivitas dan sinergitas antarindustri strategis di Indonesia dalam pengembangan produk. "Mutahil satu lembaga dapat mengembangkan produk besar dari hulu sampai hilir sekaligus, jelas itu perlu dilakukan bersama-sama melalui sinergitas.

Sementara itu Kepala Badan Kesbang Litbang Kementerian Pertahanan, Prof Eddy Siradz, meminta para periset fokus pada pengembangan teknologi. "Dalam pengembangan kapal perang, konsorsium fokus dulu pada pengembangan, dan teknologi. Jangan dulu ke persenjataan karena itu perlu biaya cukup besar, komponen perenjataan itu sekitar 60 persen dari kapal perang," katanya. 


Sumber : SCTV

Baca Selengkapnya ....

PESAWAT TEMPUR HAWK 100/200 GELAR LATIHAN

Posted by Foxtron Group 0 komentar


PONTIANAK-(IDB) :Setiap pagi mulai tanggal 7 sampai dengan 10 Agustus 2012, masyarakat Kalbar serta kota Pontianak dan sekitarnya mungkin bertanya-tanya tentang apa yang mereka lihat di atas langit. Karena tampak satu pesawat berukuran besar diikuti dua pesawat berukuran kecil beriring-iringan membentuk lintasan elips, berulang kali, dan seolah-olah pesawat yang berukuran besar dikeroyok karena pesawat yang berukuran kecil datang silih berganti.
 
Dengan menggunakan pesawat Hercules C-130 BT dari Skadron Udara 32 Lanud Abdurrahman Saleh. Secara bergantian para penerbang Skadron Udara 1 yang mengawaki pesawat tempur Hawk 100/200 secara bergantian melaksanakan AAR diatas ketinggian 10.000 feet.

“Latihan Air Refueling ini tentunya latihan yang sangat penting sekali untuk meningkatkan profesional dan skill bagi seorang penerbang pesawat tempur.    Karena latihan ini diperlukan bila seorang penerbang sedang melaksanakan pertempuran di udara atau akan menyerang ke sasaran musuh yang letaknya cukup jauh dari home base.   Dan apabila pesawat tempur tersebut memerlukan pengisian fuel (bahan bakar) maka tidak perlu pulang ke home basenya namun dapat mengisi bahan bakar di udara (air refueling),” jelas Danskadron Udara 1 Letkol Pnb Radar Soeharsono.

Lebih lanjut Danskadron menjelaskan bahwa “latihan ini rutin dilaksanakan setiap tahun dan merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh seluruh penerbang tempur pesawat Hawk 100/200”. Dan pada pelaksanaan latihan ini seluruh penerbang Hawk 100/200 diprogramkan untuk melaksanakan secara “wet” maupun “dry” (wet berarti langsung mengalirkan fuel tambahan dari tanker ke pesawat Hawk 200 sedangkan dry berarti simulasi memasukkan AAR Probe ke Hose dari pesawat tanker tanpa mengalirkan fuel).

Penguasaan teknik AAR mutlak harus dikuasai oleh penerbang, karena dibutuhkan ketepatan, ketelitian, kecakapan seorang penerbang dan tentunya mempunyai jam terbang yang memadai.


Sumber : Poskota

Baca Selengkapnya ....

ANALISIS : KONFLIK LCS DAN POSISI STRATEGIS INDONESIA

Posted by Foxtron Group 0 komentar



AM-(IDB) : Beberapa decade terakhir ini, kita disajikan berbagai konflik militer di berbagai belahan dunia. Namun yang paling banyak terdengar gaungnya adalah konflik militer di Timur Tengah, seperti Perang Iran-Irak, Invasi NATO ke Afganistan, Irak, ancaman ‘nuklir’ Iran, dan lain sebagainya. Sehingga dapat dikatakan bahwa dimasa lalu, konflik militer di Timur Tengah merupakan konflik militer yang paling mendapat perhatian dunia Internasional.
 



Namun Trend ini sepertinya akan sedikit bergeser kearah Asia Tenggara. Hal ini bisa di lihat perkembangan militer dan pengaruh Geopolitik Cina yang semakin besar di kawasan ASEAN yang dahulunya merupakan “wilayah kekuasaan” Amerika Serikat sebagai “penguasa tunggal” pasca tumbangnya Uni Soviet (Perang Dingin). Perkembangan Militer China yang begitu pesat membuat pengaruh China begitu kuat di ASEAN, bahkan sudah bisa menandingi pengaruh Amerika Serikat dan Sekutunya di ASEAN. Nah, Amerika Serikat yang tidak ingin kehilangan pengaruhnya di ASEAN, akhirnya merubah focus kehadiran militer mereka yang semula di fokuskan di Timur Tengah, akhirnya di geser ke Asia Pasific. Hal ini sudah di konfirmasi oleh pemerintah AS, dan ditandai dengan penempatan sekitar 2500 personel Marinir AS di Australia.

Laut Cina selatan yang rawan konflik
Kawasan Laut Cina Selatan di ASEAN yang merupakan jalur pelayaran paling sibuk di dunia, memiliki makna yang sangat penting bagi Amerika Serikat maupun China. Jika mereka bisa menguasai laut Cina Selatan, maka secara otomatis mereka menguasai jalur perdagangan ekonomi yang sangat besar dan akan menaikkan daya tawar negara mereka. Amerika yang selama ini berkuasa disana, sekarang sudah mendapat penantang baru yaitu China.

China yang begitu menyadari pentingnya Jalur Laut Cina Selatan, dengan didukung oleh militer mereka yang semakin kuat secara drastis, melakukan sebuah langkah yang sedikit “tidak masuk akal” namun cukup “beralasan” untuk melakukan Klaim Sepihak atas Kepulauan Paracel dan Spratly yang berada di kawasan Laut Cina Selatan. Dikatakan “tidak masuk akal” karena wilayah yang di klaim berada ribuan kilometer dari wilayah daratan terluar China. Dikatakan “beralasan” karena mereka memang memiliki alasan yang kuat (menurut versi mereka) untuk melakukan claim, yaitu karena begitu pentingnya Jalur Laut Cina Selatan di masa yang akan datang dan begitu kayanya kepulauan yang di klaim tersebut. Disini terlihat jelas bahwa Cina yang didukung militer yang sangat kuat begitu percaya diri untuk melakukan klaim wilayah “hanya” didasari oleh sejarah ribuan tahun yang lalu.

Akhirnya, saat ini, Konflik Laut China selatan mempertemukan dua kekuatan dunia saat ini yaitu China dan Amerika Serikat beserta sekutunya dalam berebut pengaruh di kawasan ASEAN untuk mendapatkan “ Kepentingan Mereka Sendiri”. Negara-negara ASEAN yang seharusnya bersatu untuk kepentingan ASEAN, juga terpecah karena masing-masing negara memiliki Kepentingan-kepentingan berbeda di balik konflik ini.

 
Satu ASEAN, Berbeda Kepentingan di balik Konflik Laut Cina Selatan .

Negara ASEAN yang seharusnya menjadi “pemilik sah” dari Kepualaun Paracell dan Spartly, akhirnya terpecah oleh berbagai konflik kepentingan di baliknya. Kepualauan Paracell yang di Claim oleh China, juga di klaim oleh Vietnam dan Taiwan. Kepulauan Spartly juga diklaim oleh China, dan negara ASEAN lain juga terlibat dalam klaim secara parsial terhadap kepulauan ini. Tercatat Vietnam mengklaim sebagian kepualaun Spartly, Malaysia juga melakukan klaim sebagian kepualaun Spartly, tak tertinggal Filipina, Taiwan dan Brunai Darusalam. Bahkan sesame negara ASEAN juga memiliki klaim yang saling tumpang tindih. Itulah sebabnya negara-negara ASEAN tidak bisa bersatu menghadapi China dalam masalah klaim kepulauan ini.

 
Negara ASEAN dan Posisi Mereka dalam Konflik Laut Cina Selatan .

Ada satu pepatah yang menurut saya berlaku dalam kasus ini, yaitu “ Posisi satu negara dalam satu konflik, bergantung kepada kepentingan negara tersebut terhadap konflik itu”. Bisa dikatakan bahwa semua negara ASEAN, baik yang terlibat secara langsung mauapun tidak langsung dalam konflik LCS, akan menaruh perhatian besar terhadap kepentingan mereka dalam menentukan posisi mereka. Nah, saat ini mari kita kaji posisi negara-negara ASEAN dalam konflik LCS ini. Mungkin tidak semua negara yang saya sebutkan, tetapi hanya negara yang “cukup berpengaruh” saja.

Vietnam adalah negara yang paling keras menentang klaim sepihak Cina atas kepulauan Paracell dan Spratly. Hal ini bisa dilihat dari modernisasi militer Vietnam secara besar-besaran untuk mengimbangi militer China. Sebut saja pembelian 6 Kapal Selam Kilo Class dari Rusia, rudal Yakhont versi Land Based, pembelian puluhan jet Tempur Sukhoi yang semuanya dari Rusia. Ini sudah menunjukkan sikap Vietnam yang menentang China. Amerika Serikat yang mengetahui sikap Vietnam ini berusaha untuk melakukan pendekatan dengan Vietnam untuk membendung pengaruh China di ASEAN. Vietnam “mau” menerima Amerika tetapi tidak dengan tangan yang terlalu terbuka. Memori perang Vietnam jelas masih mengakar secara kuat di Vietnam, sehingga Vietnam tidak terlalu membuka diri bagi Amerika. Vietnam memang membuka diri dengan Amerika berupa latihan gabungan AL Vietnam dan AL AS di sekitar laut China Selatan beberapa waktu lalu. Tapi itu tidak menandakan Vietnam adalah sekutu AS, karena Vietnam lebih Condong kepada Rusia yang juga memiliki “kepentingan tidak langsung” dalam mengimbangi kekuatan Amerika dan China.

Filipina adalah salah satu negara yang telibat langsung dalam konflik ini, dan bisa dikatakan memiliki kekuatan militer yang sangat lemah sekali. Filipina sama sekali tidak memiliki kapabilitas untuk mempertahankan klaim mereka atas Kepulauan Spratly, karena militer yang sangat lemat. Padahal secara letak Geografis, Filipina adalah negara yang “ paling masuk akal” sebagai pemilik kepualan Spartly. Oleh sebab itu, mau tidak mau, Filipina harus meminta bantuan negara lain untuk menghadapi China dan Negara lain yang juga melakukan klaim terhadap kepulauan Spartly. Jadilah Filipina menjadi sekutu Amerika, yang sama-sama memiliki kepentingan untuk menghadapi musuh bersama yaitu China.

Malaysia yang juga terlibat secara langsung dalam konflik ini, belum pernah secara langsung menunjukkan keberpihakan mereka ke Amerika Serikat atau China. Malaysia jelas tidak mungkin berpihak kepada China, karena mereka memiliki klaim yang tumpang tindih. Namun Malaysia sepertinya kelihatan masih sedikit “ malu-malu” memperlihatkan keberpihakan mereka kepada Amerika dalam membendung pengaruh China di konflik LCS ini. Malaysia kelihatannya mencoba “bermain aman” dengan tidak terlalu terang-terangan menantang China, dan juga tidak terlalu terang-terangan berpihak kepada Amerika Serikat. Malaysia saat ini lebih memilih memodernisai militer mereka dengan membeli produk-produk Rusia dan Prancis dibandingkan produk-produk AS.

Singapura yang tidak terlibat secara langsung dalam konflik ini, namun memiliki kepentingan yang sangat besar dalam konflik ini. Jika terjadi konflik berkepanjangan dalan konflik LCS ini, maka akan mengganggu stabilitas kawasan yang secara langsung akan berdampak kepada perekonomian negara tersebut. Selain itu, Singapura yang merupakan “ Sahabat Karib” Amerika Serikat jelas akan berpihak kepada Amerika Serikat karena mereka memiliki kepentingan yang sama, yaitu membendung pengaruh China. Namun Singapura juga tidak mau secara terang-terangan “menentang China”, hal ini bisa dilihat dari pernyataan petinggi Singapura beberapa waktu lalu bahwa Singapura adalah sahabat bagi China. Tentu pengertian sahabat disini adalah bahasa diplomatis yang maknanya sarat dengan kepentingan dan trik diplomasi. Namun dibalik pernyataan Sahabat tersebut, Singapura memberikan ruangan bagi kehadiran militer Amerika di wilayah mereka, untuk memudahkan Amerika menjangkau kawasan Laut Cina Selatan.

Thailand setali tiga uang dengan Singapura, sepertinya akan lebih memihak Amerika Serikat. Hal ini karena mereka tidak secara langsung terlibat, namun mereka memiliki konflik dengan Kamboja yang merupakan sekutu dekat China. Seperti kita ketahui bahwa militer Thailand kebanyakan menggunakan alutsista produk Amerika.


Dimana Posisi Indonesia?? 

Bisa dikatakan bahwa Indonesia adalah negara yang paling “ netral” dalam konflik Laut China Selatan ini. Netral dalam artian netral yang berdasarkan kepentingan Indonesia juga tentunya. Indonesia tidak mau secara terang-terangan mendukung Amerika dalam membendung pengaruh China. Indonesia juga tidak melakukan penolakan berarti terhadap “pendekatan” yang dilakukan China dalam mengimbangi kekuatan Amerika di ASEAN.

Seperti kita ketahui, Indonesia sudah mengalami pengalaman pahit dalamEmbargo Militer yang dilakukan Amerika Serikat beberapa tahun yang lalu. Hal ini menjadi pelajaran berharga bagi Indonesia untuk tidak lagi sepenuhnya percaya kepada Amerika Serikat. Indonesia memiliki kepentingan untuk “melemahkan” pengaruh Amerika Serikat di ASEAN. Kita tau selama ini, kualitas alutsista yang diizinkan oleh Amerika Serikat untuk dimiliki Indonesia akan selalu berada kualiatas Alutsista yang diberikan kepada Singapura, Australia dan Malaysia. Ini sepertinya sudah merupakan Grand Design dari Amerika dan Sekutunya untuk membatasi kekuatan militer Indonesia. Hal ini karena bayangan kekuatan militer Indonesia seperti di tahun 1960-an didukung posisi geografis strategis dan luas wilayah, akan membuat pengaruh AS dan sekutunya berkurang bila militer Indonesia kuat.

Nah, bila pengaruh China semakin kuat di ASEAN, maka pengaruh Amerika Serikat akan semakin menurun, sehingga Amerika tidak lagi bisa menerapkan Grand Design untuk menempatkan kekuatan militer Indonesia untuk selalu berada di bawah kekuatan miliiter Singapura, Australia dan Malaysia. Meningkatnya pengaruh China dan Rusia di ASEAN dan Asia Pasifik, secara tidak langsung sangat bermanfaat untuk Indonesia untuk tidak lagi pasrah menerima Grand Design Amerika dan Sekutunya untuk membuat militer Indonesia dibawah Singapura, Australia dan Malaysia.

Namun disisi lain, meningkatnya pengaruh China di ASEAN, dimasa yang akan datang akan bisa menjadi blunder bagi Indonesia. Sebut saja wilayah Kepulauan Natuna yang juga berada di laut China Selatan, juga bisa saja diklaim oleh China di masa yang akan datang. Melihat peluang dan tantangan inilah Indonesia melakukan “ permainan cantik” dimana satu sisi memberi ruang kepada Amerika Serikat dan disisi lain juga memberi ruang kepada China untuk berebut pengaruh kepada Indonesia.

 
Mengapa China dan Amerika Berebut pengaruh di ASEAN melalui Indonesia?? 

Saat ini, bisa dikatakan dua kekuatan dunia yaitu China dan Amerika sedan berebut pengaruh di ASEAN. Tidak hanya berebut pengaruh secara militer, tetapi juga berebut pengaruh dalam hal idiologi dan juga ekonomi. Terkait dengan konflik Laut Cina Selatan, keduanya juga berebut pengaruh secara militer untuk mendapatkan dukungan dari negara-negara ASEAN. Namun seperti yang saya jelaskan diatas, bahwa Indonesia termasuk negara yang paling “ netral”. Posisi netral Indonesia dan fakta bahwa Indonesia adalah negara paling besar dan paling berpengaruh di ASEAN, membuat kedua kekuatan tersebut berusaha mengambil hati Indonesia agar Indonesia mendukung salah satunya.

Sebut saja Amerika yang “ sedemikian baiknya” bersedia memberikan Hibah 24 F-16 Block 25 plus 6 pesawat F-16 sebagai Sparepart. Hibah tersebut adalah hibah gratis, namun Indonesia menginginkan untuk melakukan upgrade pesawat tersebut agar menjadi “setara” dengan F-16 Block 52. Bahkan desas-desu berkembang, bahwa Amerika Serikat juga memberikan izin kepada Indonesia untuk membeli rudal Canggih yaitu AIM-120 C sebagai senjata untuk F-16 ini nantinya. Hal ini dilihat dari paket upgrade tersebut yang menyertakan launcher untuk rudal AIM-120 C ini. Timbul pertanyaan, kenapa Amerika bisa menjadi sedemikian baik kepada Indonesia?? Bukankah beberapa waktu lalu, Amerika tanpa belas kasihan memberlakukan Embargo Militer kepada Indonesia? Dari beberapa pernyataan yang disampaikan oleh petinggi Amerika, terlihat bahwa mereka memberikan ”kebaikan” ini kepada Indonesia agar Indonesia mau bekerja sama dengan Amerika dalam membendung pengaruh China di ASEAN.
Tidak hanya sebatas itu, parlemen Amerika yang biasanya sangat “ cerewet” mengkritisi setiap bantuan/akuisisi alutsista yang dibeli Indonesia dari Amerika maupun negara sekutunya. Namun kali ini, protes mengenai hibah F-16 ke Indonesia ini sepertinya sangat sedikit sekali. Menurut analisa saya sebagai admin AnalisisMiliter.com, hal ini dipengaruhi oleh resesi ekonomi yang dialami Amerika dan juga karena parlemen Amerika sadar bahwa Indonesia memiliki peranan besar dalam membendung pengaruh China di Indonesia.

Tidak hanya hibah F-16 saja, Amerika juga menjadi “ sedemikian baik” dengan memberikan bantuan radar maritime untuk memantau Selat Malaka untuk Indonesia. Tak tanggung-tanggung, Amerika memberikan 12 unit radar maritime untuk Indonesia. Menurut Amerika dan pemerintah Indonesia, radar ini tidak dimaksudkan untuk memata-matai Indonesia. Namun penyataan diplomatis tersebut tidak usah kita terima mentah-mentah. Namun selama itu memberikan keuntungan bagi kepentingan Nasional Indonesia, why not?? Terkait Radar maritime ini, China tidak mau ketinggalan memberikan pengaruh dengan menawarkan bantuan paket radar maritime kepada Indonesia. Tak tanggung-tanggung nilai bantuan ini mencapai Rp 1,5 Triliun sebuah nilai yang cukup fantastis. Terlihat dengan jelas sekali kedua negara ini mencoba berebut pengaruh di Indonesia. Indonesia sih senang-senang saja menerima bantuan tersebut, selama hal itu bermanfaat positif bagi Indonesia dan juga tidak merugikan Indonesia.

China juga tidak mau ketinggalan dengan Amerika dalam berebut pengaruh di Indonesia. Jika Amerika begitu baik dengan memberikan Hibah + Upgrade F-16, maka China memberikan bantuan lain yang memang benar-benar di butuhkan Indonesia. Bantuan yang saya maksud adalah Transfer of Technology untuk rudal anti kapal C-705 dari China. Kita tau sendiri bahwa Indonesia sedang giat mengembangkan roket dengan harapan suatu hari nanti Indonesia bisa memproduksi Rudal sendiri. Kendala yang saat ini dialami Indonesia dalam mengembangkan Rudal adalah masalah pemandu dalam rudal. Teknologi ini belum dikuasai oleh Indonesia. Dengan adanya ToT rudal C-705 dari China ini, maka Indonesia bisa belajar banyak bagaimana membuat pemandu rudal dan juga masalah detail lainnya, sehingga suatu saat Indonesia bisa mengembangkan rudal sendiri. ToT Rudal (walaupun “hanya” sekelas C-705) akan sangat berarti kepada Indonesia, karena jika Indonesia berhasil dalam ToT ini dan punya kapabilitas untuk membuat rudal sendiri, maka secara otomatis akan menaikkan daya gentar militer Indonesia. Jika roket buatan LAPAN saja sudah memberikan efek gentar bagi tetangga, maka Rudal tentunya akan memberikan efek gentar yang jauh lebih besar.

Mengapa China begitu baik kepada Indonesia? Kita tau bahwa Indonesia bukan sekutu dekat China, lalu mengapa China begitu baik kepada Indonesia? Jawabannya adalah untuk mengimbangi pengaruh Amerika di Indonesia, sekaligus memastikan Indonesia tetap pada posisi netral (tidak menentang China) dalam konflik Laut China Selatan. Indonesia yang memang dari awal berada di posisi yang cukup netral tentunya tidak akan terlalu keberatan menerima Tawaran ToT C-705 ini. Bahkan Indonesia sangat senang sekali menyambut tawaran ini. Hal ini karena Indonesia memiliki kepentingan nasional sendiri di balik ToT C-705 ini. Selama kerja sama dengan China ini menguntungkan Indonesia, maka Indonesia akan menerima bantuan dengan tangan terbuka. 

Sebenarnya masih banyak lagi perbutan pengaruh antara AS dan China di Indonesia. Namun dari penjelasan diatas sudah cukup menjelaskan bahwa posisi strategis dan posisi netral Indonesia dalam konflik Laut China Selatan sangat penting artinya bagi China maupun Amerika. Jika China berhasil mempengaruhi Indonesia untuk mendukung mereka dalam konflik Laut China Selatan, maka China akan memiliki posisi tawar yang lebih besar dalam konflik ini. Demikian juga dengan Amerika, jika mereka berhasil mempengaruhi Indonesia, maka Amerika juga memiliki posisi tawar yang labih besar di konflik Laut China Selatan ini.


Konflik LCS : Tantangan dan Peluang Bagi Indonesia .

Dari penjelasan diatas dapat dilihat bahwa Indonesia benar-benar menjadi primadona dalam konflik Laut China Selatan ini. Ini merupakan sebuah tantangan yang harus di sikapi bijak oleh Indonesia dengan tetap berada pada garis netral yang tidak memihak pihak yang manapun, namun tetap memelihara tercapainya perdamaian dalam konflik LCS ini.

Konflik LCS ini juga menjadi peluang bagi Indonesia untuk melakukan modernisasi militernya dengan menerima bantuan militer baik dari China, Amerika, Rusia, Australia dan lainnya. Posisi netral Indonesia membuat bebagai tawaran datang, dan Indonesia harus menangkap peluang ini untuk melakukan modernisasi militer secara besar-besaran, namun tetap memperhatikan kepentingan Indonesia di balik semuanya.

Modernisasi militer Indonesia ini sangat penting artinya bagi Indonesia untuk menghadapi kemungkinan perkembangan konflik Laut China Selatan di masa yang akan datang dan konflik Ambalat yang saat ini menjadi konsern Indonesia. So, Indonesia harus benar-benar memanfaatkan posisi strategis dan posisi netralnya untuk mendapatkan sebanyak mungkin hal-hal yang menguntungkan kepentingan nasional Indonesia. 


Sumber : AM

Baca Selengkapnya ....